Tanoto Entrepreneurship Series: Anderson Tanoto’s Opening Speech

Tanoto Foundation worked with University of Indonesia to hold Tanoto Entrepreneurship Series 2013 with the theme ‘Entrepreneurs Innovative Behaviour and Business Success’.

This event is to show suport to the Government’s effort in promoting entrepreneurial spirit and also to enhance the soft-skills of students in MM-FEUI programme. The event was officially opened by Anderson Tanoto who shared about the journey of his father, Sukanto Tanoto, and how he managed to achieve the success he has today.

This Tanoto Entrepreneurship Series was specially designed by Tanoto Foundation with University of Indonesia and it is a dream come true for Sukanto Tanoto to prove that young people in Indonesia have the capabilities and potential to perform better than strong competitors all over the world.

Jusuf Kalla JK and Anderson Tanoto at Tanoto Entrepreneurship Series
Jusuf Kalla JK and Anderson Tanoto at Tanoto Entrepreneurship Series

Click here for the video covering the event:

Welcome Speech by Anderson Tanoto (Tanoto Entrepreneurship Series, 30 April 2013) – In Bahasa

Yang terhormat Ibu Noni Purnomo, Bapak Dr. (Honoris Causa) Jusuf Kalla, Professor Rhenald Kasali, Dr. Ezni Balqiah serta semua teman-teman yang hadir dalam acara ini, selamat siang.  Salam sejahtera untuk kita semua.

Atas nama Tanoto Foundation dan keluarga Tanoto, saya ucapakan selamat datang pada acara kemitraan Tanoto Foundation dan MM-UI ini.

Entrepreneurship sangat dekat di hati keluarga Tanoto.  Bagi Tanoto Foundation, yang penting dalam entrepreneurship, adalah bagaimana memberdayakan manusia dengan pengetahuan, pengalaman dan pendidikan yang tepat agar dapat berhasil dalam menghadapi berbagai tantangan dalam bisnis yang mereka jalankan.

Ayah saya, Sukanto Tanoto, berangkat dari kesederhanaan, dan beliau tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang tepat.  Sebagai anak tertua dari 7 bersaudara, baginya entrepreneurship adalah untuk survival (Entrepreneurship for Survival).  Kami anak-anaknya di generasi sekarang, beruntung, karena kebutuhan dasar, telah terpenuhi; namun ada tiga (3) pelajaran mendasar yang beliau sampaikan kepada saya yang saya ingin bagi kepada teman-teman semua.

  • Untuk setiap entrepreneur yang sukses, ada ratusan yang gagal.  Anda bisa gunakan banyak waktu, uang, dan upaya, namun kadang hasilnya tidak langsung terlihat.  Kegigihan adalah sebuah keahlian khusus.  Tetaplah nyalakan semangat (passion), dan jangan pernah berhenti mencoba.
  • Membangun sebuah usaha, berarti mengambil risiko.  Menjadi seorang entrepreneur mungkin merupakan risiko karir yang terbesar yang bisa anda ambil.  Semua orang mengambil risiko, tetapi entrepreneur yang cerdas mengambil risiko yang terhitung (calculated risk).  Oleh sebab itu, learn your business, jadilah pakar dalam industri tersebut, perlihatkan semangat (passion) dalam pekerjaanmu – live and breathe the topic.
  • You can’t be too smart for your own good, jangan pernah takut untuk bertanya, dan jangan pernah malu untuk bertanya “mengapa” karena satu-satunya pertanyaan bodoh adalah pertanyaan yang tidak pernah ditanyakan.

Tiga (3) pelajaran mendasar yang saya sebutkan tadi telah mengantar Bapak Sukanto Tanoto sedemikian jauhnya.  Saya berharap dapat melanjutkan dengan semangat yang sama untuk kehidupan saya sendiri.

Pengalaman yang Ibu Noni Purnomo dan Pak Jusuf Kalla akan bagikan kepada kita sangat berharga.  Mari kita gunakan kesempatan ini untuk mendengar, belajar dan menjalankan di masa yang akan datang.

Terima kasih untuk perhatian Ibu, Bapak dan teman-teman semua.

Advertisements